Tuesday, 20 January 2015

Gema tentang Tara

Gema tentang Tara..

Sebenarnya ngga ada yang benar-benar special dari seorang Tara. Gema terlalu malas untuk mengakui bahwa gadis itu memiliki mata  yang membulat mempesona, atau lesung pipitnya yang tersungging menggemaskan.
Sejak mereka bertemu di pameran seni tahun lalu, dunia Gema rasanya jumpalitan.
Tahun lalu ia mendapati Tara tengah asik mengamati lukisannya. Lukisan sederhana yang ia kerjakan dengan susah payah, hanya coretan-coretan kasar tak bermakna, setidaknya bagi yang melihatnya. Namun Tara berbeda...

"Hei.. ngelamunin apa sih lo? gue dari tadi ngomong ngga di dengerin??". Gema terusik dari lamunannya dan mendapati Tara tengah duduk di sebelahnya. tangannya terlipat di dada, memberengut.

"Ngelamun apaan?siapa yang ngelamun. ngomong apa tadi, Ra?" tanya Gema lembut.

"Tuh kan beneran ngga di dengerin!!Ardi, Ma. Ardi!! dia ngajak jalan besok. Gue jawab apa dong??," Tara menunjukkan handphone nya yang berisi LINE dari Ardi dengan gemas. "Lo kan gitu sih suka ngga dengerin kalo gue ngomong. sebel deh!"

"Ardi mantan lo itu kan? yaudah jalan aja. daripada lo disini gangguan gue ngelukis," jawab Gema santai.

"Ah lo mah ga asik! gue males nih.. aduh gimana dong jadi bingung gue," Tara kini sudah beranjak dari kursinya dan berjalan mondar mandir di hadapan Gema.

"Duduk, Ra! kebiasaan deh lo ngga bisa diem banget," dengan lembut di raih nya tangan Tara agar kembali duduk. "Udah jalan aja kalo lo mau, kalo lo ngga mau ya gausah, ribet deh cewe!" katanya acuh.

"Selalu kan lo bawa-bawa gender! yaudah iya gue jalan sama Ardi biar lo puas!besok gue jalan sama Ardi!," Tara cemberut kesal. Gema tuh ngga ngerti dia banget sih!

"Ngambek kan. cewe kan emang!," dengan gemas di cubitnya pipi Tara. Lalu ia cekikan sendiri.
"Apasih?? norak deh lo suka sok imut kan lo," namun diam-diam Tara tersenyum dalam hati.

"Jadi bener nih gue jalan aja sama Ardi besok? yakin nih bener nih?? ngga nyesel nih? serius nih?". Cerewet sekali memang wanita satu ini.

Gema menatap Tara lama, si bodoh yang bahkan tak sadar kalau pipinya sudah tercoreng tinta. si bodoh yang masih saja cekikikan genit di depannya. si bodoh yang tak bisa mendengar teriakan hatinya..

"Jangan pergi, Ra.."

Z.

Monday, 19 January 2015

Dilema


Seiring waktu berjalan, Gema dan Tara sering menghabiskan waktu bersama. Bersama dalam suka maupun duka. Benih - benih cinta diantara mereka pun tumbuh tak terelakkan, benih - benih itu tumbuh semakin besar setiap harinya. Namun, tak satupun dari mereka yang mampu mengutarakannya. Hingga mereka hanya mencintai dalam diam, berharap suatu saat salah satu dari mereka mengutarakan perasaan.

Hingga pada suatu saat, sosok masa lalu dari Tara datang dan memberikan semua yang tidak ia dapatkan saat bersamanya dulu. Tara merasa rasa yang dulu hilang kembali muncul, akan tetapi ia tak tahu harus bagaimana. Hatinya ingin bersama Gema, namun pikirannya ingin memberikan kesempatan kedua kepada Ardi, seorang pria yang pernah menyakiti hatinya.


                                                       S.

Sunday, 18 January 2015

Gamang

Tidak bisakah untuk tinggal sesaat, sementara, atau .....

Hari ini tepat setahun sudah, Gema dan Tara saling mengenal. Setahun silam, dimana Gema dan Tara berkenalan pada musim pertama ajang Festival Karya Seni Anak Muda di kota. Gema, pelukis yangmulai mengasah bakatnya di karya seni sejak di bangku SMA bertemu Tara, hanya seorang gadis yang menikmati karya seni selain karya ibunya yang seorang pelukis namun berhenti melukis karena suatu hal.

Tara terpaku diam melihat salah satu lukisan Gema. Lukisan tersebut mengingatkan ia pada seseorang yang masih lekat pada ingatannya. Sangat lekat. Tara hanya yakin akan satu hal pada saat itu. Ia ingin bertemu dengan Gema, sebuah nama yang ada pada lukisan tersebut.

Gema hanya melihat dari kejauhan sebuah pemandangan yang jarang ia lihat, seorang gadis yang menatap karyanya dengan tatapan aneh seakan mengerti suatu hal yang sebenarnya hanya ia yang mengerti akan lukisannnya. 

Tara menoleh,

Gema pun memulai ...

Gema dan Tara berkenalan pada saat itu. Saling mengenal. Saling mengisi. Saling memiliki cerita yang selalu ada untuk saling diceritakan satu sama lain. Hingga pada saat ada tokoh lain datang, Gema dan Tara memiliki cerita yang berbeda...



R.